Bon Jovi - Always

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Wednesday, May 6, 2026

GEMPA BUMI DAN GUNUNG BERAPI

A. GEMPA BUMI 

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Peristiwa ini bisa sangat merusak, namun merupakan bagian alami dari dinamika planet kita.

Berikut adalah poin-poin penting untuk memahami materi gempa bumi:


1. Mengapa Gempa Bumi Terjadi?

Sebagian besar gempa bumi disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik. Kerak bumi tidak utuh, melainkan terbagi menjadi lempeng-lempeng besar yang terus bergerak.

  • Penyebab Utama: Pergeseran lempeng (tektonik), aktivitas gunung berapi (vulkanik), runtuhan tanah, atau aktivitas manusia (seperti ledakan nuklir).

  • Titik Fokus:

    • Hiposentrum: Titik pusat gempa yang berada di dalam bumi.

    • Episentrum: Titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposentrum.

  • Shutterstock

2. Jenis-Jenis Gempa Bumi

Berdasarkan penyebabnya, gempa dibagi menjadi:

  1. Gempa Tektonik: Disebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik. Ini adalah jenis yang paling kuat dan sering terjadi.

  2. Gempa Vulkanik: Terjadi sebelum atau saat gunung berapi meletus karena pergerakan magma.

  3. Gempa Runtuhan (Terban): Biasanya bersifat lokal, terjadi karena runtuhnya gua atau lubang tambang.


3. Gelombang Seismik

Saat gempa terjadi, energi merambat dalam bentuk gelombang. Alat yang digunakan untuk mencatat getaran ini disebut Seismograf, dan hasilnya disebut Seismogram.

Ada dua tipe utama gelombang:

  • Body Waves: Merambat melalui bagian dalam bumi (Gelombang Primer/P dan Gelombang Sekunder/S).

  • Surface Waves: Merambat di permukaan bumi dan biasanya menyebabkan kerusakan paling parah.


4. Cara Mengukur Gempa

Ada dua skala utama yang sering digunakan:

  • Skala Richter / Magnitudo: Mengukur kekuatan energi yang dilepaskan di pusat gempa. Skala ini bersifat logaritmik (setiap kenaikan 1 angka berarti kekuatan getaran 10 kali lipat lebih besar).

  • Skala Mercalli (MMI): Mengukur intensitas gempa berdasarkan dampak kerusakan yang dirasakan manusia di lokasi tertentu.


5. Mitigasi dan Keselamatan

Karena gempa sulit diprediksi secara pasti kapan terjadinya, langkah terbaik adalah kesiapsiagaan:

  • Saat di dalam ruangan: Merunduk, lindungi kepala, dan berpegangan pada furnitur yang kokoh (metode Drop, Cover, and Hold on).

  • Saat di luar ruangan: Cari area terbuka, jauhi bangunan, tiang listrik, atau pohon besar.

  • Setelah gempa: Waspada terhadap gempa susulan dan periksa potensi kebocoran gas atau arus pendek listrik.


Tahukah Anda? Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng besar (Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia) serta berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), itulah sebabnya wilayah kita sangat sering mengalami aktivitas seismik.


B. GUNUNG BERAPI

Gunung berapi adalah rekahan di kerak planet, seperti Bumi, yang memungkinkan magma panas, abu vulkanik, dan gas keluar dari bawah permukaan tanah. Fenomena ini merupakan salah satu cara Bumi mendinginkan diri dan mendaur ulang material dari dalam ke permukaan.

Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai struktur, jenis, dan aktivitas gunung berapi:


1. Struktur Utama Gunung Berapi

Gunung berapi bukan sekadar gundukan tanah, melainkan sistem saluran yang kompleks:

Shutterstock
Jelajahi

  • Dapur Magma: Kantong besar di bawah permukaan bumi tempat magma (batuan cair) berkumpul.

  • Pipa Utama (Vent): Saluran yang menghubungkan dapur magma dengan permukaan.

  • Kawah (Crater): Lubang berbentuk mangkuk di puncak gunung tempat material dikeluarkan.

  • Kerucut Parasit: Kawah kecil yang terbentuk di sisi gunung jika saluran utama tersumbat.


2. Jenis Gunung Berapi Berdasarkan Bentuknya

Bentuk gunung berapi sangat dipengaruhi oleh kekentalan magma dan cara erupsinya:

  • Strato (Kerucut): Bentuk yang paling umum di Indonesia (seperti Merapi atau Semeru). Berbentuk kerucut simetris karena tumpukan lava dan abu yang bergantian.

  • Perisai (Shield): Memiliki lereng yang sangat landai dan sangat luas (seperti Mauna Loa di Hawaii). Terbentuk dari lava cair yang mengalir jauh sebelum membeku.

  • Cinder Cone: Berukuran relatif kecil dan terbentuk dari tumpukan material lepas (skoria) yang keluar saat erupsi eksplosif singkat.


3. Jenis Erupsi

Erupsi atau letusan dapat dibedakan menjadi dua kategori utama:

  1. Erupsi Efusif: Lava mengalir keluar secara perlahan. Biasanya terjadi jika magma bersifat encer dan tekanan gas rendah.

  2. Erupsi Eksplosif: Ledakan besar yang melontarkan material padat, abu, dan gas ke atmosfer. Terjadi jika magma kental dan tekanan gas sangat tinggi.


4. Bahaya dan Manfaat Gunung Berapi

Meskipun sering dianggap sebagai ancaman, gunung berapi memiliki peran penting bagi kehidupan:

Bahaya (Ancaman):

  • Awan Panas (Pyroclastic Flow): Aliran gas dan material vulkanik bersuhu tinggi yang bergerak sangat cepat.

  • Lahar: Banjir lumpur (dingin atau panas) yang membawa material vulkanik mengikuti aliran sungai.

  • Hujan Abu: Dapat mengganggu pernapasan dan merusak mesin pesawat.

Manfaat:

  • Kesuburan Tanah: Abu vulkanik kaya akan mineral yang membuat tanah di sekitarnya sangat subur untuk pertanian.

  • Energi Geotermal: Panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik terbarukan.

  • Pariwisata dan Mineral: Pemandangan yang indah serta kandungan mineral berharga seperti belerang dan emas.


5. Status Aktivitas di Indonesia

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membagi status gunung berapi menjadi empat tingkatan:

  1. Level I (Normal): Tidak ada perubahan aktivitas secara visual atau seismik.

  2. Level II (Waspada): Mulai terjadi peningkatan aktivitas sensorik dan seismik.

  3. Level III (Siaga): Peningkatan aktivitas yang nyata, erupsi mungkin terjadi dalam waktu dekat.

  4. Level IV (Awas): Letusan utama segera terjadi atau sedang berlangsung.

Apakah Anda sedang mempelajari gunung tertentu yang sedang aktif saat ini?

Sunday, May 3, 2026

RINGKASAN UTAMA TATA SURYA

 RINGKASAN TATA SURYA

Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan planet, planet kerdil, satelit alami, asteroid, meteoroid, dan komet.

Berikut adalah ringkasan materi utama tata surya:


1. Pusat Tata Surya: Matahari

Matahari adalah bintang yang menjadi pusat tata surya. Sekitar 99,8% massa tata surya ada pada Matahari, yang memberikan gaya gravitasi cukup besar untuk menjaga planet-planet tetap berada di orbitnya.

2. Planet-Planet

Berdasarkan jaraknya dari Matahari, planet-planet terbagi menjadi delapan:

Nama PlanetKarakteristik Utama
MerkuriusPlanet terkecil dan terdekat dari Matahari. Tidak memiliki atmosfer.
VenusPlanet terpanas karena efek rumah kaca yang ekstrem. Sering disebut "Bintang Fajar".
BumiSatu-satunya planet yang diketahui memiliki kehidupan dan air dalam bentuk cair.
MarsDijuluki "Planet Merah" karena debu besi oksida. Memiliki gunung tertinggi di tata surya.
JupiterPlanet terbesar. Merupakan raksasa gas dengan "Bintik Merah Besar".
SaturnusTerkenal dengan sistem cincinnya yang sangat besar dan indah.
UranusPlanet es yang memiliki sumbu rotasi sangat miring (seperti berbaring).
NeptunusPlanet terjauh, berwarna biru, dan memiliki angin yang sangat kencang.

3. Pengelompokan Planet

Planet-planet sering dikelompokkan berdasarkan dua kriteria:

  • Berdasarkan Komposisi:

    • Planet Terestrial (Kebumian): Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Berukuran kecil, padat, dan berbatu.

    • Planet Jovian (Raksasa): Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Berukuran besar dan sebagian besar terdiri dari gas atau es.

  • Berdasarkan Sabuk Asteroid:

    • Planet Dalam: Berada di antara Matahari dan sabuk asteroid (Merkurius hingga Mars).

    • Planet Luar: Berada di luar sabuk asteroid (Jupiter hingga Neptunus).


4. Benda Langit Lainnya

Selain planet, terdapat objek lain yang menghuni tata surya kita:

  • Satelit Alami: Benda langit yang mengorbit planet (contoh: Bulan mengorbit Bumi).

  • Asteroid: Bongkahan batu dan logam yang sebagian besar berkumpul di Sabuk Asteroid (antara Mars dan Jupiter).

  • Komet: Sering disebut "bintang berekor", terdiri dari es, debu, dan gas yang membeku.

  • Meteoroid, Meteor, dan Meteorit:

    • Meteoroid adalah batuan kecil di luar angkasa.

    • Meteor adalah meteoroid yang terbakar di atmosfer (bintang jatuh).

    • Meteorit adalah meteor yang berhasil mencapai permukaan Bumi.


5. Gerak Planet

Setiap planet melakukan dua jenis gerakan:

  1. Rotasi: Berputar pada porosnya sendiri. Waktu yang dibutuhkan disebut Kala Rotasi.

  2. Revolusi: Bergerak mengelilingi Matahari. Waktu yang dibutuhkan disebut Kala Revolusi. Semakin jauh planet dari Matahari, semakin lama waktu revolusinya.

Sunday, February 18, 2024

MATERI PENGUJIAN DAN EVALUASI PRODUK/JASA I PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAAN

 

KOMPETENSI DASAR (PENGETAHUAN)

3.14 Menganalisis prosedur pengujian kesesuaian fungsi produk barang/jasa

3.15 Mengevaluasi kesesuaian hasil produk dengan rancangan

KOMPETENSI DASAR (KETERAMPILAN

4.14 Melakukan pengujian produk barang/jasa

4.15 Melakukan pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk / standar operasional

TUJUAN PEMBELAJARAN 

  1. Memahamihakikatpengujian produk 
  2. Mengetahuipihak-pihak yang berwenangdalam pengujian produk  
  3. Memahamistandarisasi dan sertifikasiproduk
  4. Memahami proses evaluasiprodukmelaui pengedalian mutu

 

MATERI PENGUJIAN DAN EVALUASI PRODUK/JASA

  1. PENGUJIAN PRODUK
  2. Hakikat Pengujian Produk

Pengujian produk merupakan kegiatan penting untuk menjamin kualitas produk di pasaran,sebelum sebuah produk dipasarkan perlu dilakukan pengujian produk terlebih dahulu.Pengujian produk dilakukan degan pengukuran terhadap sifat dan kinerja produk tersebut sesuai standar tertentu.

Proses pengukuran sifat atau kinerja suatu produk inilah yang disebut dengan pengujian produk.Jadi pengujian produk adalah segala proses yang dilakukan oleh seorang peneliti,baik melalui pengukuran kinerja, keamanan, kualitas dan kesesuaian produk terhadap standar yang telah ditetapkan.

Bagi produsen,hasil pengujian produk berguna dalam pengarsipan dan untuk mendapatkan hak paten atas produknya.Selain itu,pengujian produk dapat digunakan sebagai persyaratan dalam peluncuran produk baru.Data hasil pengujian produk dapat digunakan sebagi rujukan ang tepat agar mendapatkan lisensi untuk proses produksi dan penjualan.

 

  1. Tujuan Pengujian Produk

Pengujian produk dilakukan untuk memenuhi berbagai tujuan,antara lain :

  1. Memastikan  produk  tersebut  telah  memenuhi  persyaratan  spesifikasi, regulasi dan kontrak sesuatu produk;
  2. Memastikan produk sudah berjalan sesuai dengan standarna melalui pembuktian demonstrasi produk;
  3. Menyediakan   data   standar   bagi   kepentingan   ilmiah,   teknik   dan   kegiatan penjaminan mutu;
  4. Menetapkan kesesuaian produk dengan penggunaan akhir;
  5. Sebagai  dasar untuk komunikasi teknis suatu produk 
  6. Sebagai sarana perbandingan dengan produk lain
  7. Sebagai  bukti  dalam  proses  hukum  seperti  pertanggungjawaban  produk,  hak paten,klaim produk dan lain sebagainya;
  8. Membantu memecahkan masalah yang terkait dengan kendala produk;
  9. Membantu mengidentifikasi efesiensi biaya dalam proses produksi

 

  1. Kegunaan Pengujian Produk

Besarnya  nilai  pengujian  produk  bagi  perusahaan  ditunjukkan  oleh  banyaknya kegunaan pengujian produk. Adapun kegunaan dari pengujian produk adalah :

  1. Meningkatkan kinerja produk dan kepuasan pelanggan;
  2. Produk akan lebih unggul dibandingkan dengan produk pesaing ;
  3. Dapat mengukur kadarluarsa pada kualitas produk dalam penyimpanan;
  4. Memberikan pedoman yang  tepat  terkait  masalah  harga,nama  merk, kualitas kemasan produk;
  5. Dapat memantau kualitas produk dari berbagai pabrik dari tahun ke tahun dan jalur distribusinya;
  6. Memberikan  gambaran daya terima konsumen terhadap produk tersebut.

 

  1. Pihak yang Berperan dalam Pengujian Produk

Bahwa pengujian produk terkait erat dengan aspek keamanan dan kenyamanan konsumen dalam pemakaian produk.Aspek keamanan produk sendiri tidak hanya melibatkan kepentingan  konsumen  itu  sendiri  tapi  juga  melibatkan  pemerintah yang melindungi konsumen.Adapun pihak yang berperan dalam pengujian produk sebagai berikut :

1. Pemerintah 

Peran  pemerintah  disini yaitu dengan  mengeluarkan  undang  – undang  yang mewajibkan produsen menjelaskan kegunaan produk dan menjamin keamanan produk. Pemerintah terus mengadakan peningkatan mutu produk   dengan menerbitkan  suatu  rangkaian  standar  secara  nasional  yaitu  SNI  (Standar Nasional Indonesia.

2. Perusahaan

Peran perusahaan dalam pengujian produk yaitu menyediakan produk dan layanan sesuai dengan industry.Produseen dapat menerapkan beberapa standarisasi, baik yang bersifat fakultatif ( standar yang dibuat oleh perusahaan sendiri ) ataupun standar wajib ( standar produk yang ditentukan melalui peraturan pemerintah )

3. Organisasi Konsumen

Peran  oranisasi  konsumen  yaitu  sebagai  perakilan  kepentingan  konsumen kepada produsen dan pemerintah. Ketika pemerintah dan produsen tidak menetapkan standar kualitas suatu produk,maka organisasi konsumen beranggapan bahwa kualitas merupakan hal terpenting bagi konsumen.

  1. Persyaratan Pengujian Produk

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar pengujian produk benar-benar akurat dan dapat diterapkan adalah sebagai berikut:

Pendekatan Sistem

Metode dan prosedur pengujian produk harus memiliki system yang standar sehingga setiap produk yang sejenis diuji dengan menggunakan cara yang sama.Termasuk dalam hal – hal sebagai berikut:

  1. Produk yang disiapkan harus sama,baik kemasan dan pengkodean
  2. Kuesioner yang diajukan harus sama
  3. Rencana sampling yang sama
  4. Metode preparasi dan tabulasi data dilakukan secara sama

Data Normatif

Pengujian  produk  dilakukan  secara  berkelanjutan dari  waktu  ke waktu.Tujuannya untuk membangun data base normative sehingga hasil uji produk lebih memiliki nilai.

Perusahaan Penelitian yang Sama

Ada baiknya produsen menggunakan satu perusahaan riset untuk melakukan smua pengujian produknya.Hal ini merupakan satu-satunya cara untuk memastikan semua uji produk dilakukan dengan cara yang persis sama.

Uji Lingkungan Nyata

Adalah pengujian produk yang dilakukan oleh orang-orang yang berada dilingkungan tempat nantinya produk tersebut akan digunakan.Jika produk tersebut digunakan di kantor maka produk   tersebut harus diuji oleh orang- orang yang bekerja di kantor.

Populasi Sampel yang Relevan

Sampel  merupakan  variable penting dalam pengujian produk.Apabila produk baru atau produk   yang memiliki pangsa pasar rendah maka sampel harus mencerminkan susunan merk dari pasar tersebut.

Variabel Kritis

Kegunaan dan kualitas produk harus dipahami dari sudut pandang konsumen dan bukan dari produsen. Misalkan aspek produk apa yang benar-benar penting bagi konsumen? dan apa variable kritis yang menentukan kepuasan konsumen terhadap produk? Variabel kritis ini harus diidentifikasi untuk setiap kategori produk agar dapat merancang system pengujian produk yang akurat .

Tindakan Konservatif

Rumusan produk mapan sebaiknya tidak diubah tanpa melakukan pengujian dan evaluasi  terhadap  formulasi baru. Bila  produsen  telah  yakin  memiliki  produk yang lebih baik, usahakan untuk memasarkan ke wilayah pemasaran yang terbatas selama periode tertentu.Hal ini bertujuan untuk melihat siklus pembelian produk berulang. Selanjutnya, distribusikan produk ke semua pangsa pasar. Semakin  kecil  pangsa  pasar, akan  semakin  besar pula  resiko yang  bisa diambil dengan formulasi baru tersebut. Semakin besar pangsa pasar semakin bisa mempertahankan keadaan dalam memperkenalkan formulasi baru.

 

  1. STANDARISASI dan SERTIFIKASI PRODUK
  1. Pengertian Standarisasi Dan Sertifikasi Produk

Istilah dari standarisasi berasal dari kata standar yang memiliki arti satuan ukuran dan dapat digunakan sebagai dasar pembanding kualitas, kuantitas, nilai, dan hasil karya yang nyata. Dalam arti yang luas, standar menunjukkan spesifikasi dari suatu produk, bahan, maupun proses. Standarisasi diimplementasikan pada saat sebuah perusahaan menghasilkan dan mengeluarkan sebuah produk ke pasaran. (sumber : https://www.caraprofesor.com/mengenal-pengertian-standarisasi).

Sebagai contoh,apabila  produsen  akan  memproduksi  kran  air  sebaiknya  ukuran  kran  yang disuat mengikuti standar dari ukuran pipa air yang ada. Produsen bisa membuat kran dengan ukuran ¼ inci atau ½ inci sesuai dengan ukuran pipa air yang sering digunakan konsumen.

Menurut ketentuan Pasal 1 angka 2 PP NO. 102/2000 tentang Standar Nasional,Standarisasi   adalah   proses merumuskan, menetapkan, menerapkan   dan merevisi standar yang dilakukan secara tertib dan bekerja sama dengan semua pihak. Dengan kata  lain, standarisasi  dapat  diartikan  sebagai  penetapan  norma  dan  aturan  mutu produk yang ditetapkan bersama dengan tujuan menghasilkan produk dengan mutu yang dapat dideskripsikan dan diukur dengan perolehan mutu yang seragam.

Sedangkan pengertian sertifikasi menurut Pasal 1 angka 11 PP Standar Nasional adalah rangkaian kegiatan penerbitan sertifikat terhadap barang dan jasa.Lebih lanjut,Pasal 1 angka 12 menyebutkan bahwa pengertian sertifikat adalah jaminan tertulis yang diberikan oleh lembaga /laboratorium yang telah terakreditasi untuk menyatakan bahwa barang,jasa,proses,system atau personal telah memenuhi standar yang dipersyaratkan. 

  1. Badan Pengatur Standarisasi Produk Nasional

Untuk menetapkan standar pengujian produk tentu harus ada pakem yang bias diuji secara secara universal dan harus membawa manfaat secara teknologi, ekonomi, dan social.

Pada dasarnya standarisasi harus memuat dua hal yaitu standar teknik dan standar manajemen.Standar teknik adalah serangkaian persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan meliputi bahan, produk dan layanan. Jika bahan,produk atau jasa gagal memenuhi satu atau lebih dari spesifikasi yang berlaku maka produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut dinilai tidak memenuhi spesifiksi standar. Sedangkan standarisasi manajemen adalah struktur tugas, prosedur kerja, system manajemen dan standar kerja dalam bidang kelembagaan, usaha serta keuangan.

Standarisasi nasional merupakan salah satu instrument regulasi teknis yang dapat melindungi  kepentingan  konsumen nasional  dan  produsen  produk  dalam negeri.Melalui regulasi teknis yang berbasiskan standarisasi dapat mencegah beredarnya barang - barang yang tidak bermutu dan berbahaya di pasar domestik serta mencegah masuknya barang impor yang bermutu rendah.

Untuk mencegah hal tersebut menjadi tanggung jawab Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk membina, mengembangkan serta mengkoordiasi kegiatan di bidang standarisasi secara nasional.

BSN  berkedudukan  di  bawah    dan  bertanggung  jawab  kepada  Presiden  melalui menteri  yang  mengkoordinasikan.  BSN  sebagai  lembaga  pemerintah  bertanggung jawab untuk merumuskan dan mengembangkan standar di Indonesia mengacu pada yang ditetapkan  oleh  badan  dunia  seperti  ISO, CODEX  Alimentarius,  dan  standar regional serta standar nasional lainnya.

Badan Standarisasi Nasional ( BSN ) memiliki fungsi sebagai berikut :

  1. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang standarisasi Nasional;
  2. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BSN;
  3. Fasilitas   dan   pembinaan   terhadap   kegiatan   instansi   pemerintah   di   bidang standarisasi Nasional;
  4. Penyelenggaraan pembinaan kerja sama dalam negeri dan internasional di bidang standarisasi;
  5. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasiumum di bidang perencanaan umum ketatausahaan,organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.

Sedangkan kewenangan BSN sebagai lembaga penentu standarisasi produk nasional sebagai berikut:

  1. Penyusun rencana nasional secara makro di bidangnya;
  2. Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro;
  3. Penetapan system informasi di bidangnya;
  4. Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu:
  • Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang standarisasi nasional;
  • Perumusan dan penetapan kebijakan system akreditasi lembaga sertifikasi,lembaga inspeksi dan laboratorium;
  • Penetapan SNI;
  • Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidangnya;
  • Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidangnya.

 

  1.  EVALUASI DAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK
  2. Pengertian Evaluasi Produk

Sebuah perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi tentu harus melakukan evaluasi terhadap produknya sebelum diluncurkan ke pasaran.Untuk menghasilkan barang yang bermutu, perusahaan harus menentukan standar kualitas secara jelas.Pentingnya melakukan evaluasi produk agar perusahaan bisa memantau setiap kerusakan produk   kemudian   dicari   penyebabnya   dan   segera   dilakukan perbaikan.

Evaluasi produk adalah evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang akan dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan.

Adapun factor yang biasa dipakai dalam mengevaluasi kepuasan produksi manufaktur menurut Garvin dalam Lovelock (1994),antara lain meliputi aspek sebagai berikut :

  • Reputasi  produk  serta  tanggung  jawab  perusahaan  terhadapnya.Dalam  hal  ini konsumen melihat kinerja (performance) karakteristik operasi pokok dari produk inti yang dibeli.
  • Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features) yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap  yang  merupakan  fasilitas  tambahan  yang  menambah  fungsi  dasar berkaitan dengan pilihan pengembangan.
  • Kehandalan (reliability), yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal digunakan.Berkaitan dengan kemungkinan suatu produk melaksanakan fungsinya secara berhasil dalam waktu tertentu dibawah kondisi tertentu.
  • Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specification), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan.
  • Daya tahan (durability) berakaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat digunakan.Biasanya  karakteristik  ini  berhubungan  dengan  ukuran  masa  pakai suatu produk.
  • Kemampuan pelayanan (serviceability), merupakan karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan kompetensi,kenyamanan,mudah direspirasi serta penanggulangan keluahan yang memuaskan.
  • Estetika (estebility) merupakan karakteristik yang bersifat   subjektif  sehingga berkaitan dengan pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi atau pilihan pribadi.
  • Kualitas yang dirasakan (perceived quality) bersifat subjektif,berkaitan dengan perasaan pelanggan dalam mengonsumsi produk tersebut seperti meningkatkan harga diri,biasanya merupakan karakteristik yang berhubungan dengan reputasi.

 Penentuan Kualitas Produk dan Pengendalian Mutu Produk

Adapun standar dari kualitas suatu produk ditetapkan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

Kualitas produk pesaing

Minimal perusahaan menghasilkan produk dengan kualitas yang sama dengan pesaingbahkan sedapat mungkin lebih baik dari produk pesaing.

Manfaat akhir dari produk

Apakah  produk  tersebut  sebagai produk  akhir atau produk  perantara untuk diproduksi lebih lanjut

Keseimbangan antara harga dan kualitas

Perusahaan harus menyesuaikan harga jual dengan kualitas produk.Konsumen tidak akan segan membeli dengan harga tinggi,bila kualitas dari produk yang dibelinya memang terjamin atau berkualitas super.

Pengendalian mutu terhadap produk tentu sangat diperlukan.Pengendalian mutu atau quality control adalah proses penilaian dan pengawasan kualitas atas hal-hal yang berkaitan dengan produksi.ISO 9000 mendefinisikan pengendalian mutu sebagai “Bagian  dari manajemen kualitas yang  berfokus  pada pemenuhan  standar  kualitas suatu produk”.

 3.   Pendekatan Pengendalian Kualitas Produk

Pengendalian kualitas bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan- penyimpangan,baik bahan,tenaga,waktu maupun kualitas barang jadi serta untuk memperbaiki  kesalahan  –  kesalahan  yang  pernah  terjadi  sebelumnya,pada  saat maupun setelah proses produksi.Pengedalian kualitas umumnya dilakukan dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu sebagai berikut:

1. Pendekatan Masukan

Kualitas suatu produk akhir sangat ditentukan oleh kualitas masukan ( input) produksi,baik bahan baku atau pendukung,tenaga kerja,maupun peralatan produksi yang digunakan.Pengendalian kualitas berdasarkan pendekatan masukan adalah pengendalian dengan cara menetapkan standar yang sangat ketat terhadap spesifikasi bahan baku diperiksa secara cermat,tenaga kerja yang  digunakan  diseleksi  secara  ketat  serta  fasilitas  atau  perlengkapan produksi dipilih secara cermat.

2. Pendekatan Proses

Pendekatan ini dilakukan melalui pengendalian yang ketat terhadap standar proses produksi yang dijalankan.Sebelum melakukan proses produksi setiap pekerja terlebih dahulu diberikan pedoman pelaksanaan proses produksi yang harus mereka   pahami   dengan   baik sehingga   mereka   bekerja   sesuai pedoman. Di samping itu setiap pekerja berusaha untuk meminimalisasi penyimpangan dan setiap kerusakan peralatan produksi segera diperbaiki.

3. Pendekatan Keluaran

Pendekatan ini dilakukan dengan melihat kesesuaian produk akhir dengan pesanan atau standar yang telah ditetapkan,yaitu dengan melihat dan memeriksa sampel produk.Di samping itu pengendalian dengan pendekatan ini juga dilakukan  terhadap fasilitas penyimpangan produk  akhir,setiap produk akhir ( keluara ) akan diperiksa untuk melihat kesesuiaannya dengan standar yang telah ditetapakan sebelumnya yaitu yang disebut dengan sampel produk.

 4.   Manfaat Pengendalian Kualitas

Pengendalian kualitas bagi perusahaan memiliki manfaat sebagai berikut :

  • Tercapainya   efesiensi,dikarenakan   tidak   ada   pemborosan   bahan   baku   atau pendukung,waktu dan tenaga kerja.
  • Menekan biaya,sehingga biaya rata-rata dan harga jual menjadi rendah.
  • Meningkatkan penjualan,disamping karena harga jual relative rendah juga kerena kualitas barang yang terjamin.
  • Manfaat  bagi  konsumen  adalah  konsumen  merasa  puas  karena  memperoleh barang/produk yang berkualitas dengan harga yang bersaing.

 5.   Langkah Melakukan Evaluasi Kualitas Produk

Berikut  ini  beberapa  langkah  yang  bisa  diambil  perusahaan  dalam  melakukan evaluasi produk,antara lain :

  • Evaluasi  pada  kualitas produk,yaitu dengan  melakukan  pengendalian  mutu  atau quality  control, mencari cacat produk dan  segera  melakukan perbaikan. Pengendalian kualitas produk dilakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi kerusakan produk, mencari penyebab kerusakan dan usaha untuk melakukan perbaikan. Perusahaan perlu menentukan standar kerusakan produk maksimal dua persen.
  • Evaluasi terhadap persepsi karyawan.Mengevaluasi persepsi karyawwan dan para manajer terhadap kualitas juga mengevaluasi tingkat komitmen para karyawan dan manajer terhadap kualitas.
  • Evaluasi tingkat kerusakan produk.Evaluasi ini dilakukan untuk mencari penyebab terjadinya kerusakan,seperti kualitas bahan yng digunakan tidak sesaui dengan standar,keteledoran karyawan yang disebabkan kurangnya pengawasan atau mesin yang sudah tidak layak pakai.

Setelah  diperoleh  hasil  dari  analisis  tersebut  dapat  digunakan  sebagai  evaluasi terhadap strategi bisnis perusahaan yang telah mecanangkan kebijakan mutu barang yang dihasilkan oleh perusahaan,termasuk kebijakan tingkat kerusakan barang.